Kediri – Pemerintah Kota Kediri terus memaksimalkan potensi pariwisata daerah dengan mengandalkan keunggulan lokal yang dimiliki. Alih-alih bertumpu pada wisata alam, Pemkot Kediri memilih untuk fokus menggenjot sektor seni budaya, sejarah, heritage, beragam event, serta kuliner sebagai magnet pariwisata perkotaan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Achmad Nurdin, menjelaskan bahwa wilayahnya mempunyai karakteristik yang tidak sama dengan daerah lain yang mengandalkan keindahan alam seperti gunung, pantai, air terjun, maupun area perkebunan.
Oleh karena itu, ia menilai bahwa Kota Kediri harus mampu menggali potensi lain yang bisa dijadikan sebagai ciri khas sekaligus daya tarik bagi para pelancong.
“Karena kita tidak mempunyai pantai, tidak mempunyai gunung, tidak mempunyai air terjun, tidak mempunyai perkebunan dan sebagainya. Tetapi kita harus memunculkan keunggulan-keunggulan yang lain, misalnya dalam hal sejarah Kota Kediri, seni budaya, heritage, event, kuliner, dan mungkin juga wisata perkotaan,” ujarnya, Sabtu (31/10/2026).
Sejumlah langkah konkret telah disiapkan, salah satunya adalah merevitalisasi museum di Kota Kediri lewat kolaborasi bersama Kementerian Kebudayaan. Renovasi yang memanfaatkan dana APBN ini mencakup perbaikan fasilitas fisik seperti atap, sistem ventilasi, penataan tata ruang, hingga tata pencahayaan.
Tidak hanya membenahi fisik bangunan, pengembangan ini juga berfokus pada penyusunan ulang storyline atau narasi alur penyajian koleksi museum. Lewat pembenahan tersebut, pesan sejarah diharap bisa tersaji secara lebih rapi dan memikat bagi setiap pengunjung.
Di samping itu, Pemkot Kediri sedang merintis konsep Kediri Heritage Walking Street yang sebelumnya sudah sempat diuji coba bersama pihak OJK Kediri. Agenda ini mengajak para peserta untuk menyusuri berbagai lokasi bersejarah di Kota Kediri dengan rute awal dimulai dari area Stasiun Kediri.
Achmad menuturkan, konsep tersebut diharapkan mampu menjelma menjadi salah satu paket pariwisata andalan. Rencana penataan ulang Jalan Dhoho beserta wilayah sekitarnya pun diyakini bisa turut menunjang kemajuan wisata heritage, sentra perdagangan, serta kuliner.
“Harapannya nanti ada paket heritage yang bisa berkembang di Kota Kediri. Jadi tidak hanya sejarahnya, tetapi juga ada potensi wisata kuliner dan perdagangan yang bisa dikombinasikan,” jelasnya.
Selain sektor wisata sejarah, pihak Pemkot Kediri turut mendorong diadakannya berbagai acara sebagai wadah berkreasi bagi anak-anak muda. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana unjuk kreativitas sekaligus mendongkrak peluang bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Achmad berpandangan bahwa upaya memajukan pariwisata tidak bisa hanya berpusat pada objek wisatanya saja. Perlu adanya kerja sama dari berbagai elemen, mulai dari kalangan media, komunitas, pegiat seni, sampai para pelaku UMKM agar seluruh potensi Kota Kediri dapat tergali secara maksimal.
Lewat berbagai langkah terpadu ini, Pemkot Kediri menaruh asa agar kekayaan sejarah, kebudayaan, serta ekonomi kreatif mampu diramu menjadi daya tarik wisata yang handal demi mendongkrak sektor pariwisata dan memutar roda ekonomi warga. (AB)
