Pemerintah Kota Kediri telah merancang delapan fokus utama pembangunan untuk tahun 2027 mendatang. Berbagai agenda ini mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), sektor infrastruktur, pelayanan publik, laju ekonomi, hingga penjagaan kerukunan sosial dan sikap toleran.
Kedelapan poin prioritas tersebut menjadi pegangan penting dalam merumuskan Rancangan APBD Kota Kediri Tahun Anggaran 2027. Nota Keuangan Rancangan APBD ini dibacakan langsung oleh Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin dalam agenda rapat paripurna bersama DPRD Kota Kediri pada hari Kamis (22/10/2026).
Bertempat di Ruang Soekarno Hatta BKPSDM, jalannya rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus.
Adapun tema pembangunan yang diusung Kota Kediri pada 2027 yaitu “Penguatan Layanan Dasar dan Akselerasi Transformasi Pembangunan melalui Inovasi, SDM dan Infrastruktur untuk Penguatan Daya Tarik Kota”. Tema tersebut dipakai sebagai pijakan program yang selaras dengan garis kebijakan tingkat provinsi serta nasional.
Rincian delapan prioritas pembangunan tersebut mencakup pelaksanaan Program Merata, peningkatan mutu SDM, pembangunan infrastruktur beserta pengembangan sektor pariwisata, serta penguatan pertumbuhan ekonomi guna mendongkrak kesejahteraan warga.
Pemkot Kediri turut memfokuskan diri pada penguatan inovasi, peningkatan kinerja aparatur pemerintah, pelaksanaan reformasi birokrasi, dan optimalisasi pelayanan publik. Pada sektor tata kota, fokus diarahkan ke penataan ruang, sektor perdagangan informal, sistem pengelolaan parkir, penurunan angka kawasan permukiman kumuh, sampai perawatan fasilitas rusunawa.
Dua poin prioritas penutup terdiri atas peningkatan nilai investasi beserta perluasan lapangan pekerjaan, serta penguatan karakter kebangsaan, nilai toleransi, dan kerukunan antarwarga.
Meninjau dari sektor keuangan, target pendapatan daerah Kota Kediri tahun 2027 dipatok di angka Rp1,34 triliun. Di sisi lain, proyeksi belanja daerah diperkirakan menyentuh angka Rp1,49 triliun.
Melalui angka tersebut, rancangan APBD Kota Kediri memperlihatkan adanya defisit anggaran senilai Rp145 miliar. Guna menutupi selisih anggaran belanja dan pendapatan ini, Pemkot Kediri menyiapkan pembiayaan senilai sama yang bersumber dari pos Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) periode sebelumnya.
Penyusunan anggaran ini didasarkan pada dokumen RKPD, KUA, serta PPAS Tahun Anggaran 2027.
Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menaruh harapan agar proses pembahasan bersama pihak DPRD hingga tahap pengesahan APBD 2027 bisa berlangsung tanpa hambatan, tepat waktu, serta mengedepankan prinsip transparan dan akuntabel. Dirinya turut berharap produk anggaran yang disahkan kelak mampu membawa kebaikan bagi warga Kota Kediri.
Agenda rapat paripurna tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan DPRD, para asisten serta staf ahli, kepala OPD di lingkup Pemkot Kediri, dan para anggota DPRD Kota Kediri. (AB)
