Dunia internasional dihebohkan oleh temuan terbaru. Sebuah misi pencari fakta independen PBB baru saja mengeluarkan laporan mengejutkan yang menyebutkan adanya dasar yang masuk akal untuk meyakini bahwa gempuran militer Amerika Serikat di Iran pada awal konflik lalu tergolong sebagai kejahatan perang.
Fokus utama laporan mengarah pada serangan terhadap Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di kota Minab. Berdasarkan keterangan pejabat Iran, korban tewas melampaui 150 jiwa, dengan sekitar 120 korban di antaranya merupakan anak-anak sekolah. Pihak misi PBB menyatakan bahwa serangan tersebut bersifat tidak membedakan target, menghancurkan fasilitas sipil, serta dilakukan kendati AS semestinya paham akan risiko fatal terhadap objek sipil. Selain itu, disorot pula insiden penyerangan serupa di pusat olahraga Lamerd yang mengakibatkan puluhan warga sipil tewas dan terluka.
Di sisi lain, laporan tersebut turut menuduh pihak berwenang Iran melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait cara mereka merespons aksi protes anti-pemerintah. Rencana selanjutnya, dokumen laporan komprehensif ini bakal dipaparkan dalam persidangan Dewan HAM PBB yang berlangsung di Jenewa.
Ketegangan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan ini terus memicu tanda tanya besar mengenai keselamatan warga sipil. Publik global kini menantikan tanggapan resmi dari pihak AS serta dampaknya terhadap proses negosiasi gencatan senjata yang dikabarkan sedang diupayakan.
Sumber: Reuters | UN mission finds grounds to believe US committed war crimes in Iran, and Tehran crimes against humanity | Reuters | 17 September 2026 | ilustrasi AI
Tinggalkan Balasan