Perkembangan AI saat ini terus mentransformasi cara masyarakat berkarya dan bekerja. Para developer, desainer, serta kreator digital sekarang tidak hanya diminta bisa memakai teknologi tersebut, namun juga dituntut mampu memaksimalkannya untuk melahirkan karya serta gagasan yang lebih inovatif. Tema “CTRL + SHIFT + AI: Beyond Mastery” diusung oleh MX Fest 2026 guna mengangkat isu tersebut.
Kegiatan Road to MX Fest 2026 ini mengawali rangkaiannya di Kota Surabaya pada hari Sabtu, 24 Oktober 2026, yang bertempat di ET Space, Spazio Building. Ajang ini menjadi wadah pertemuan bagi pegiat teknologi dan komunitas kreatif untuk saling berjejaring, bertukar wawasan, serta meneliti penerapan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di era kerja saat ini.
Uniknya, di dalam acara ini AI ditempatkan sebagai co-pilot atau asisten pendukung agar manusia bisa bekerja secara lebih efektif, alih-alih dipandang sebagai teknologi yang bakal mengambil alih kreativitas. AI diandalkan untuk menunjang pembuatan konten, proses desain, pemrograman, serta menuntaskan beragam tugas yang menuntut efisiensi tinggi apabila dimanfaatkan secara tepat.
Sebanyak sepuluh pembicara dari bermacam sektor hadir di Surabaya, mencakup bidang pengembangan perangkat lunak, pembuatan konten, desain produk, sampai komunitas kreatif lokal. Di samping sesi berbagi ilmu, para peserta berkesempatan mengikuti diskusi serta live podcast guna menggali sudut pandang anyar terkait kemajuan teknologi AI.
Surabaya dipilih sebagai kota pembuka perhelatan ini, yang berikutnya diagendakan berlanjut menuju Bandung dan Jakarta. Sementara itu, puncak acara MX Fest 2026 dijadwalkan dihelat di Jakarta pada tanggal 14 November 2026.
Pesan utama yang coba ditekankan melalui MX Fest 2026 ini terbilang tegas: penguasaan terhadap AI memang krusial, tetapi kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kendali di tangan manusia tetap memegang peranan utama.
