Penerapan program perlindungan pesisir Pantai Utara Jawa menggunakan pendekatan Nature-Based Solutions (NbS) kini mulai berjalan di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Demak, dengan menggandeng warga sekitar.
Dalam program tersebut, warga desa tidak sekadar menikmati hasilnya, tetapi juga turut serta memproduksi material pemecah ombak, membangun jembatan, serta menanam dan merawat mangrove.
Pembuatan HexBrick menjadi salah satu kegiatan yang dikerjakan langsung oleh warga. Balok beton berwujud heksagonal ini dibikin khusus sebagai komponen dari struktur pemecah gelombang.

Agus Harimurti Yudhoyono selaku Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menyampaikan bahwa pelaksanaan upaya perlindungan pesisir ini diharapkan bisa memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga terdampak.
“Ini juga berarti membuka lapangan kerja dan menghadirkan penghasilan untuk masyarakat yang ada di pesisir,” ujar AHY ketika menggelar konferensi pers di Timbulsloko.
Tidak hanya itu, keterlibatan warga dalam produksi juga mencakup berbagai pekerjaan pendukung seperti membangun jembatan, jalur penelusuran mangrove atau tracking mangrove, serta melakukan penanaman dan perawatan vegetasi.
Wilayah Sayung sendiri menghadapi tantangan abrasi dan rob yang memengaruhi ruang hidup serta perekonomian masyarakat.
Faktor penentu keberhasilan perlindungan pesisir ini tidak hanya bergantung pada bangunan fisik semata, melainkan juga pada perawatan, pengawasan lingkungan, serta kesinambungan aktivitas dari warga setempat.
