Bara Masih Mengintai di Bawah Tanah Meskipun Api Karhutla Sudah Padam

Published by

on

Kondisi ini sering disebut sebagai api bawah tanah, saat bara api bergerak dan membakar bahan organik di bawah permukaan tanah. Alhasil, walau penampakan api di atas sudah hilang, bara di dalam tanah berpotensi tetap hidup dan mengepulkan asap.

Penyebabnya karena area gambut menyimpan tumpukan bahan organik dari sisa tumbuhan dalam kurun waktu yang panjang. Waktu kondisinya kering, bahan tersebut jadi gampang terbakar. Selain itu, api mampu merambat di bawah permukaan sehingga titik apinya susah diamati secara langsung.

Faktor tersebut yang menyebabkan penanganan karhutla di kawasan gambut tidak cukup cuma menyiram area yang terbakar di atas saja. Petugas harus memastikan bara di dalam tanah turut dipadamkan. Upaya pembasahan lahan secara total, ditambah bantuan air hujan apabila ada, bisa mendukung proses pemadaman.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya juga pernah menerangkan bahwa bara di dalam tanah gambut sanggup bertahan meski api di permukaan telah padam. Makanya, langkah pencegahan serta pengawasan pasca pemadaman memegang peran yang sama pentingnya.

Kesimpulannya, jangan langsung menyimpulkan bahwa bencana karhutla telah tuntas cuma karena apinya tidak kelihatan. Bara yang tersembunyi wajib terus diwaspadai!

Sumber: Kumparan | Apa Itu Api Bawah Tanah yang Muncul saat Karhutla? Ini Penjelasannya | Berita Hari Ini (identitas penulis dan tanggal terbit belum berhasil diverifikasi) | ilustrasi AI