Jember – Ada sebanyak 28 murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Islah yang berlokasi di Dusun Jatiagung, Desa Gumukmas, Kecamatan Gumukmas, Jember, diduga mengalami keracunan usai menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG). Para pelajar itu mendadak merasakan pusing, mual, serta muntah-muntah.
Merujuk data yang terkumpul, SPPG Jatiagung Gumukmas menyalurkan jatah MBG pada jam 07.00 WIB kepada total 208 orang penerima yang berasal dari Posyandu, tingkat TK/RA, SD/MI, sampai SMP/MTs, di mana pusat distribusi berada di MI Al Islah.
Selanjutnya pada pukul 09.30 WIB, kiriman ekstra berupa susu kedelai tiba dan langsung dibagikan ke anak-anak.
Pihak sekolah lantas menghubungi Aslap SPPG sekitar pukul 10.30 WIB guna mengabarkan bahwa beberapa murid mendadak pusing, mual, dan muntah selepas menyantap makanan dari program MBG itu.
“Sekitar pukul 10.30 WIB, pihak sekolah melaporkan kepada Aslap SPPG bahwa sejumlah siswi mengalami gejala mual, muntah-muntah dan pusing usai mengonsumsi menu MBG tersebut,” kata Kapolsek Gumukmas, AKP Edi Santoso, Selasa (22/9/2026).
Total ada 28 anak yang langsung mendapat tindakan medis. Sebanyak 16 orang di antaranya sempat diberi pertolongan awal memakai air kelapa muda serta perawatan dari Puskesmas Gumukmas sebelum diizinkan pulang.
Sedangkan 12 pelajar lainnya harus meneruskan proses pemeriksaan dan penanganan intensif di Puskesmas Gumukmas.
Rekaman video yang memperlihatkan kondisi anak-anak yang diduga keracunan ini sempat viral di medsos sekitar jam 13.00 WIB. Video itu mengeklaim bahwa makanan MBG dari SPPG Jatiagung Gumukmas disinyalir sudah tidak layak makan.
Sampai laporan ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Jember maupun SPPG Jatiagung Gumukmas belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai pemicu peristiwa tersebut.
Pihak Puskesmas Gumukmas mengonfirmasi bahwa seluruh anak berada dalam keadaan sadar dan terus dipantau tim medis. Di sisi lain, sampel makanan MBG yang diduga jadi pemicu kini sedang diuji di Labkesda Jember. (AB)
Tinggalkan Balasan