Suasana malam di Moskow mendadak mencekam akibat serangan drone terbesar yang dilancarkan Ukraina ke pusat pemerintahan Rusia selama masa perang. Berdasarkan keterangan Walikota Moskow, tercatat lebih dari 1.600 drone berhasil dicegat sejak hari Sabtu, dengan 450 unit di antaranya langsung mengarah ke kawasan perkotaan.
Dampaknya cukup parah, di mana kilang minyak utama milik Gazpromneft di Kapotnya mengalami kebakaran hebat hingga memunculkan kepulan asap pekat. Sejumlah fasilitas penting di kilang tersebut mengalami kerusakan pada bagian pengolahan minyak mentah, disusul terbakarnya sebuah gudang logistik. Insiden ini menyebabkan sedikitnya dua orang meninggal dunia di sekitar wilayah Moskow, puluhan orang mengalami luka-luka, serta ratusan warga harus dievakuasi dari apartemen yang sempat terbakar.
Presiden Zelensky secara terbuka mengakui bahwa operasi militer ini memanfaatkan drone buatan dalam negeri yang dipadukan dengan rudal baru jenis Flamingo dan Pelican. Sasaran utamanya menyasar infrastruktur minyak serta logistik yang mendanai jalannya perang Rusia, sekaligus sebagai bentuk pembalasan atas gempuran Rusia terhadap berbagai wilayah di Ukraina.
Aksi penyerangan ini bertepatan dengan penutupan pemilu parlemen Rusia. Walikota Moskow menuding bahwa Ukraina berupaya mengacaukan jalannya pemilu, meski mengklaim bahwa upaya musuh tersebut tidak berhasil. Guna alasan keamanan, operasional sejumlah bandara di Moskow sempat dihentikan sementara yang mengakibatkan ratusan jadwal penerbangan mengalami penundaan.
Peristiwa ini membuktikan kapasitas Ukraina dalam menerobos sistem pertahanan udara Rusia yang sangat ketat guna menghantam fasilitas vital yang berada jauh di dalam teritori musuh. Situasi ini menandakan bahwa konflik bersenjata masih berlanjut dan mengubah kondisi keamanan malam hari di Moskow secara drastis.
Sumber: BBC News | Largest attack on Moscow sees Ukraine fire hundreds of drones, mayor says | Jaroslav Lukiv and Dearbail Jordan | 20 September 2026 | ilustrasi AI
Tinggalkan Balasan